Thursday, 20 August 2009

Monday, 16 February 2009

Tasya Ikut Lomba Fashion Show

Weks, serius bener judulnya !

Hehe, sabtu kemarin ( 14 Feb 09 ) adek Tatay ikut lomba fesyen show dalam rangka HUT TK Mutiara Bangsa yang ke - 5. Mbok-e ini bingung mo dipakein baju apa, ya wis seadanya aja. Katanya mo pake baju peri pake sayap en bawa tongkat. Ya ya ya, mbok-e ikut aja deh.

Photobucket

Taraaaaa, hari itu adek Tatay jadi ibu peri yang lemah lembut tomboy. Hihihi, gimana gak tomboy, masa ibu peri pake sepatu boots ??

Photobucket

Alhamdulillah, adek Tatay dapet juara harapan satu. Kata jurinya, beberapa poin yang dinilai adalah keserasian, dan keberanian. Keberanian sih oke oke aja, lha keserasian ?? Hehehe, jurinya bingung kali, baju peri kok pake sepatu boots.

Dasar mbok gak pinter pinter !

*photography by Mboke Tasya

Tuesday, 10 February 2009

PMM's Show At TRS Surabaya





Minggu kemarin diajak papa show di TRS Surabaya. Huwehehehehe.... daku seneng buanget gitu loh. Soale dah berapa kali minta ikut nemenin di show show kemaren gak pernah boleh. Ya eyalah, soale klo mo ikut, artinya harus ngajak si Unyil. Tapi berhubung si Unyil dah ada Apu-sitter yang njagain dirumah, so daku langsung cabut nggandeng papa ke shownya malam itu. Cihuyy !



Berbekal kamera, tripod ( yang gak jadi dipake ) en senampan Makaroni Skutel buat potluck, kami pergi menyusuri jalanan Surabaya yang basah abis kena ujan dari pagi. Sampe disana masih jam setengah enam. Menurut jadwal papa naik panggung jam delapan malem. Ya sut, aku poto poto dulu buat test run sembari mengenal stage. Yang manggung saat itu ya peserta festival. Rock maaan ! Weleh, iki band opo to yo ? Nyanyi kok ngorok ngorok. Ada lagi, yang nyanyi kayak orang kesurupan. Kuping sampe budeg.



Bukan Indonesia namanya klo gak pake acara telat. Beneran aja deh, papa baru naik panggung jam 10 malam. Ohya, dalam rangka apa nih show ? Hehe, jadi guest star di acara itu, bareng sama 4 band tamu lainnya. Semua band rock en metal. Ya eyalaaah, namanya juga festival musik rock.

SHAGA 2

Acara baru selese jam 11 malem, en kita baru cabut skitar jam setengah dua belas malam. Lapeeerrr... untung dikasi makan. Sekotak nasi campur yang kami nikmati berdua di mobil dalam perjalanan pulang.

*****

Related links : SHAGA : Live Show in ROCKVOLUTION Festival - Surabaya

Wednesday, 4 February 2009

Mbah, Putu, en Sepeda Anyar

Dulur, iki ceritane onok mbak sing muring muring polae ra iso nangdi ndi mergo sepeda kutrik listrik sing biasane digawe ngider, rusak ra kene di-nggoh.

Sak jek teko soko PKU, langsung nggletak mergo loro watuk. Padahal mlaku mlaku karo putu is wajib bagi embah. Wektu awake mbah rodok seger, langsung protes njaluk ngejak putune uklam uklam ngider nang sekitaran bumi rungkut damai. " Lha piye, wong ra nduwe speda ? "
*apu nge-rap mode on*

Tapi saiki mbah wis iso ngguyu mergo wis ditukokno nak dok sepeda pancal anyar sing bakalane digawe riwa riwi karo ngejak putune. * Suwon yo mbak OOoo ... *

" Jok kate ngganggu putuku, opo tak uber numpak speda ! " jare si mbah numpak sepeda anyar.....

Pakde - Suroboyo 2009

Friday, 2 January 2009

Happy Birthday Aldio !

Tanggal 28 Desember kemarin, kami mengadakan sebuah perayaan kecil dalam rangka hari jadi adik tersayang, Aldio, yang ketiga belas. Bertepatan dengan long weekend mulai tanggal 27 - 29 Desember 2008, maka kami dan pasukan 21 datang ke Malang, khusus untuk menghadiri acara tersebut. Sayang, pasukan 24 tidak dapat hadir karena harus menghadiri undangan pernikahan di Kediri. Tapi mereka sudah ke Malang dan pulang lebih awal dari kami, untuk menggantikan ketidak hadiran mereka saat itu.

Tapi, meskipun minim anggota, suasana tetap meriah. Apalagi pasukan Rungkut yang sudah dinanti nanti hadir *lebay*. Selebnya nih ceritanya, hehehe... Padahal yang dinanti adalah anggota paling mungil yang makin hari makin mungil *Mae: hiks*.

Kami tiba di S31 tepat pukul 12 siang. Setelah melalui perjalanan panjang Surabay - Malang yang menempuh waktu hampir 2x lipat waktu perjalan normal. Acara sendiri baru diadakan pada malam harinya. Tepatnya sekitar pukul 19.00, bertempat disebuah resto baru diseputaran Kota Batu, Ba-Be Restotainment.

Diliputi cahaya remang remang, alunan penyanyi bersuara merdu yang mengalunkan musik jazz, dan udara sejuk yang lembut membelai kulit, kami menempati sebuah two-become-one dining table, dan duduk melingkar didepannya. Suasana belum terlalu ramai saat itu. Hanya terlihat sepasang muda mudi yang sedang menikmati makan malamnya diseberang meja kami, juga sebuah keluarga besar, yang tampaknya juga sedang merayakan ulang tahun salah satu anggota keluarganya.

Tak lama kemudian, datang seorang pemuda berseragam hitam hitam membawakan beberapa lembar buku menu. Kami sibuk membolak balik menu, memesan ini itu, sementara si pelayan pria tersebut sibuk mencatat pesanan kami dibuku catatan kecil ditangannya.

" I'm starving ! " kataku. Kalau sudah begini konsentrasi menurun. Jangan suruh lihat menu karena pasti bakal tidak konsen. Terserah mo pesan apa aja yang penting bisa dimakan. " Milk shake ! Coklat ! " Minuman itupun kupesan tanpa banyak berfikir, saat pemuda itu menanyakan minuman apa yang akan kupesan.

Sekitar 30 menit, minuman yang kami pesan -kecuali punyaku- diantar satu persatu ke meja kami. Beberapa saat kemudian, kami memulai acar tiup-potong kue ulang tahun. Kami menyanyikan lagu ulang tahun diiringi permainan keyboard si tukang musik. Diam diam ada yang menyusun sebuah rencana. Siapa ? Siapa lagi kalo bukan Pak Totot The Trouble Maker. Lagi asik asiknya nyanyi dan tiup lilin, secolek butter cream dari kue mendarat di pipi dek Dio. Berhubung lagi ulang tahun, jadi dek Dio senyum senyum aja. Coba kalo dirumah, dah kejar kejaran kali.

Photobucket
Aldio 13 tahun...

Saatnya potong kue. Black Forrest Mini yang sudah kulirik dari tadi, akhirnya dipotong juga ! Lumayan buat mengganjal perutku yang kelaparan ini. Potongan pertama diberikan kepada Om Kris, berikutnya pada Mami Uchiq, dan selanjutnya pada Pak Totot. Pada yang terakhir ini, dek Dio menyerahkan kuenya dengan jarak jauh, dengan pandangan penuh curiga, kami tertawa melihat tingkahnya itu. Dan Pak Totot tertawa penuh kemenangan.

Photobucket

Photobucket
Pak Totot beraksi...

30 menit sudah berlalu sejak acara potong kue, dan milk shakeku masih belum diantar *seret*. Menu pembuka kami malam itu, adalah sup asparagus kepiting yang lumayan menghangatkan kami diruangan semi outdoor itu. Suasana resto pun semakin ramai, dengan kehadiran pengunjung pengunjung lain yang kebayakan datang bersama keluarga. Akhirnya Milk Shakeku datang juga.

" I'm still starving " Blackforrest dan semangkuk sup tidak cukup mengganjal perutku. Tidak lama kemudian , makanan yang kami pesan terhidang satu demi satu diatas meja kami *akhirnya*. Disebelahku duduk Cak San, sesama warga Gresik diclan Soedaja. Dan malam itu, kami sama sama jadi sorotan. Jadi sorotan karena kami makan paling banyak, wakakaka... Saat yang lain sudah selesai, Cak San masih sibuk 'membersihkan' kepala dan tulang Gurame Goreng. Dan aku, dituntut harus menghabiskan beberapa potong ayam Saos Inggris yang masih tersisa. Tidaaaaak... ini penyiksaan namanya.

Lha, tadi siapa yang kelaparan ?

Menutup acara malam itu, Pak Totot dan Cak san menyumbangkan suara emasnya *lebay* untuk memeriahkan suasana. Oya, mami juga sempet nyanyi dipertengahan acara. Serasa resto milik sendiri, hehehe...

Photobucket

Photobucket
Mantu Vs Mertua

Photobucket

Kami meninggalkan lokasi sekitar pukul 22.00, aku terkapar dikursi belakang Panther. Rasanya mau muntah, karena banyak ayam Saos Inggris yang kumakan. Belum lagi dua potong Black Forrest, setengah piring cah kangkung, semangkuk sup, dan segelas milk shake rasa coklat.

Pulangnya, kami melewati Batu Nite Spectakuler yang lagi happening di Batu. Sayang malam sudah larut dan kami sudah di selimuti hawa ngantuk yang bergelayut dipundak. Next time ya, cateeeet !!!

Thursday, 11 December 2008

( Chista Diaries ) On Hachi Hachi...

Surabaya, 1 Desember 2008

Sekitar pukul tujuh malam, kami berdelapan pergi ke HACHI HACHI Bistro di G-Walk. Tidak dalam rangka merayakan sesuatu atau apapun. Harusnya sih celebrate my first salary, tapi belum cair, hehehehe… Kalaupun celebrate my first salary juga gak mungkin ke Hachi Hachi, hahahaha…

Rombongan yang ikut antara lain Pak Totot, Bu Totot, Maya, Mas Miming, Irsan, Anggie, dan yang tidak mungkin ketinggalan dan selalu hadir, yaitu kami berdua, Duo N-Arciss. Berangkat mengendarai dua armada, Cielo berisi duo narsis, plus bapak dan ibu Totot, dan Jazz berisi dua pasangan muda nan berbahagia, Anggie – Irsan, dan Maya – Mas Miming.

Sempat disambut oleh hujan rintik rintik yang mengharuskan kami berlari lari kecil menuju kedalam gedung. Sampai disana, langsung pesen makanan dan minuman yang judulnya aneh aneh. Tapi tetep edan edanan mesennya.

Sambil nungguin orderan dateng, kita ngobrol ngobrol seru soal what we are celebrating about. Traktiran gaji pertama, bukan. Traktiran ulang tahun juga, bukan. Ya pengen aja makan makan enak. Ariani lagi mo isi tenaga buat ngerjain makalah seminar, Anggie ma Irsan lagi pengen makan karena lagi gak punya pembokat (xixixi… Cucian deh lo ! ). Daku baru pulang kerja jadi lagi laper lapernya. Mayak ama mas Miming juga perlu perbaikan gizi terutama Mayak yang lagi penyembuhan.

Makanan datang. Taraaaa…….

Photobucket

Appetizer nya sushi delapan potong lengkap dengan kecap asin dan wasabi, klop deh.

Photobucket
Lakone...

Yang pertama dateng tuh orderannya pak Totot. Piringnya lucu deh. Trus pesanan yang lain mulai menyusul. Piringnya lucu lucu bentuknya. Ada yang kayak tampah a.k.a super gede. Ada yang lonjong dan super panjang. Kita semua makan dengan lahapnya, tidak lupa incip sana sini dong pastinya.

Photobucket
all eaters..

Seusai menghabiskan makanan dan merasa sangat kenyang, kita melanjutkan obrolan ringan. Usut punya usut ternyata Ariani barusan daftar fitness di Celebrity Fitness… dalam rangka diet !!! Huahahaha…

“Baru tahap daftar ae kabeh wong diceritani…” *Pak Totot mode on*

Photobucket
Manten anyar yang lagi ga punya pembokat...

Mas Miming trus nyeritain pengalamannya seputar berdiet. Gimana diet yang sehat tanpa harus merusak tubuh. Trus apa aja plus minusnya diet dengan fitness. Seru seru deh ceritanya.

Ada cerita bule bagian maintenance tower yang kalo lagi manjat tower pasti sangu pisang sesisir biar gak laper karena kandungan pisang yang minim air dan tinggi kalori.

Ada yang cerita temennya kurang minum air putih akhirnya kena batu ginjal dan itu sakitnya luarrr biasaaaa.

Ternyata mas miming bisa banyak omong juga yaa.

Photobucket
Chizta - Ariani - Maya

Photobucket
Duo N-arsiss

Udah selesai semua, saatnya kita kembali ke kandang dan istirahat buat kembali beraktivitas besoknya…

Photobucket


“ Happy *_* ”

Chizta

Friday, 17 October 2008

Duo ( N ) Arciss

Inilah duo narsis dari S31. Yang satunya doyan manyun, satunya lagi doyan senyum. Yang satu doyan dipotret, satunya lagi doyan dijepret.

Inilah Ariani en Cista, yang bila namanya digabungkan dan ditambahi hurup 'N' didepan, jadi persis kayak hobinya. Arcis yang demen 'N'arciss di depan kamera.

Photobucket

Herannya nih, mereka berdua kyaknya punya semacam radar dikepalanya. Soalnya tiap kali mo kupotret diam diam or candid, sebelum sempet kejepret, mereka dah noleh duluan liat kamera. Dasar sadar kamera...

Oke andek andekku sayang, seperti janji mbakmu yang ga pinter pinter ini, kupajanglah foto kalian sekalian yang berhasil kucolong kujemprets kemaren waktu mudik.


Photobucket

Wis ya, utangku lunas... Nanti nanti lagi jangan disuruh bikin ginian, sumpah pusing soro bikinnya >_<


Saturday, 11 October 2008

S31 Goes to WBL

Ke sini lagi !!??

Ini adalah kunjungan kali ketiga dalam tahun ini ( pertama dan kedua ). Gila aja, dalam 4 bulan aku dah tiga kali kesini. Apalagi kalo bukan nganterin adek adek main. Gara gara liat postingan piknik ke WBL kemaren kemaren, jadi pengen deh semua.

Crushed

Mini Ferrywheel


Awalnya sih hanya obrolan iseng waktu masih ngumpul di Malang. Dek Dio pengen banget kesana, tapi mami Uchiq belum setuju karena kejauhan en gak ada temen buat kesana. Apa sih gunanya si tukang kompor sperti diriku jika tidak berhasil nyebul nyebul sampe kompornya mbleduks. He he he...

Akhirnya, setelah berhasil ngomporin dek Dio, Cista, en Ariani, Om kris sama Mami setuju berangkat kesana. Yippi... Dek Dio sueneng banget !

Perjalanan direncanakan dimulai dari Surabaya. Untuk itu Om Kris sekeluarga + Cista udah standby di 21. Ariani so pasti gak mau ketinggalan. Dan yang gak mungkin ditinggal ya Pakde Ni sekeluarga. Sayang, warga 24 gak ada yang bisa ikut karena hari itu lagi ada acara halal bi halal dirumahnya. Padahal Mbak Irma en Sruwin dah ngebet pengen ikut. Yah, belum rejekinya kali. He he berarti kan, masih ada alasan untuk kesana lagi *gubraks* ( kunjungan keempat berhadiah khatok, kata papa )

Kami, Om Kris, mami Uchiq, Dek Dio, Cista, Ar-cute, Pakde Ni, Tasya en me, berangkat tepat pukul 11 siang. Memang sengaja berangkat agak siang biar gak terlalu panas kalo udah disana. Soalnya udah ngerasain tiba disana dibawah jam 12 en hawanya panas minta ampun. Meski lewat jam 12 siang teteopa panas, tp mending masih ada angin semilir yang bisa morat maritin rambut.

Tiba disana sekitar jam 11.30 en situasi -seperti yang diperkirakan- macet, padat, en puanas luar biasa. Kami harus antri sekitar 30 menit hanya untuk mencari parkir kendaraan. Akhirnya dapat parkir sekitar 50 m dari pintu masuk, en musti jalan dulu. Puanas bok, panasss !

Begitu masuk area WBL, pyung, pemandangannya dah kayak es dawet yang es-nya dah lumer kepanasan. Penuh en ruame banget ! Salah sendiri datang diminggu liburan seperti ini. Plat nomer mobil mobil yang terparkir disana pun asalnya dari bermacam macam daerah. Bisa nyasar sampe sini...

Dimana mana antri. Beli tiket antri. Mo masuk antri. Naik wahana apalagi. So, dinikmati aja kali ye... Oye kunjungan kali ini aku dah ga begitu exited lagi. Jadi sembari adek adek njajal masuk kewahana wahana, aku, dan pasukan tuwir tuwir, duduk manis dikursi istirahat yang tersebar diarea wahana.

Photobucket
Pakde Ni numpak ATV. Mas Dio numpak motor cross...

Photobucket
Numpak jet muter en kapal malak malek, hiii... merinding liyaknya !

Photobucket
Numpak montor remot en piring munyer munyer...

Aku hanya tertarik masuk gua diwahana yang berbentuk capung, yang kebetulan gak pernah sempat aku masuki di dua kunjunganku sebelumnya. Penasaran aja ada telaga didalamnya. Situasi didalam cukup serem karena gelap. Tapi udaranya sejuk banget. Ih banyak yang pacaran didalam. Pemandangan yang gak bagus buat Tasya. Jadi aku buru buru keluar.

Photobucket
Inside the cave...

Setelah puas menikmati wahana, kami bergegas menuju pantai karena hari semakin sore. Hebat adek adek, semua wahana dinaikin. Mulai dari yang serem, sampe yang paling serem. Aku mah, tengkyu aja kalo disuruh naik yang begituan. Waktu menunjukan pukul 15.00 dan angin semakin kencang membelai. Inilah puncak kedatangan kami kemari. Naik Banana Boat.

Please, please don't ask me to ride on that such a thing ! Nyatanya, aku dipaksa ikut karena personilnya kurang. Tidaaaaak !!! Mana gak bawa baju ganti. Underwear ? Apalagi ! Tapi apalah dayaku tak sanggup menolak paksaan. Soalnya naik banana ini satu paket 5 orang. Yang ngebet naik ada 3 + 1 yang dipaksa. Jadi kami cuma berempat. Pakde Ni disuruh ikutan gak mau, soalnya gak bawa baju ganti samsek ( duh, bojone ki ga pinter pinter to ). Alamaaak... help me...

Nurut juga akhirnya karena dipinjemin celana pendek dek Dio punya. Sampai berada diatas boat berbentuk pisang raksasa itu, aku masih gak percaya mo ikutan. Panik, nerves, mules, kebelelet pipis, campur aduk rasanya. Takut banget ! Boat penariknya mulai jalan. Aku megang tali sekenceng kencengnya. Pelan, pelan, makin cepat, cepat, cepat sekali, melaju, kencang, makin kencang, kencang sekali. " Huaaaaa........!!!! " Teriak sekenceng kencengnya. Aku paling takut sama laut ! Gak kebayang sekarang aku diseret seret disini. Siap jatuh, siap kecebur, siap basah. Kalo ada hiu gimana ??? *kebanyakan nonton pelem*

Tidak sampe dua menit kami sudah kembali ke tepian, Byuuuuur..... boatnya dijungkirin. Tega amat bapak supir boat. Jadi, kami harus berenang sendiri sampai ketepian.

Photobucket
" Huaaaaa...... !!! "

Gimana rasanya ? Huenaaaaak ternyata ! Gak nyeremin samsek. Pengen lagi... Yeeeee..... Cista en Ariani ngejekin. Xixixixi.. soalnya daku sempet minta pulang waktu udah mo naik. Boleh lagi deh kapan kapan :)

Photobucket
Numpak kanu rame rame...

Photobucket
Bar ngono, sak menit sakwise... Ndomblong ! ( candid by Pakde Ni )

Sisa sore kami habiskan dengan bermain kano dan naik andong mini berkeliling wahana miniatur wali songo. Aku masih teteup dengan underwear basah *ngguilani puoll*. Tepat jam 17.30 kami meninggalkan WBL. Gila, mo keluar aja juga ngantri.


The Beach

Seashore


Setelah puas mengeluarkan energi, ganti perut kami meraung raung. Apalagi pak supir dah sambat kelaperan, mana navigatornya mbuencekno puol. Dalam perjalanan pulang, kami mampir kerumah makan lesehan Segoro Madu, Gresik. Dan pulang dengan hati senang, puas dan kenyang.

Photobucket

Photobucket

Ayo yang belom sempet kesana, kutunggu ajakannya... pasti kuanterin !

Photobucket
Gelang kuning, WBL pass. " Bersatu kita teguh, bercerai kita jatuh ! "

Friday, 10 October 2008

Tasya Nu Hair

Permisi.. permisi... mau majang foto Tasya dulu, sembari nunggu posting WBL, he he..

Si Nduk baru potong rambut looh... *dooh ga penting banget ya postingnya* Abis, rambutnya dah puanjang awut awutan. Opo maneh mbok-nya males nguncrit. Ini hasil karya mbok-nya nyang motong. Timbang kesalon... he he *imbas lebaran*

Ayo ayo, yang merasa punya cucu, ponakan, adik, para fans fans en yang lagi kangen si Nduk, monggo....

Monday, 6 October 2008

Catatan Mudik #9 ( End ) : Pulang

Malang, 03 Oktober 2008

Mudik sudah usai. Liburan juga hampir berakhir. Artinya kita harus kembali ke dunia nyata ( emang selama ini gak nyata ? ) Macul maneh, kalo kata papa. Gak kerasa udah hampir seminggu disini. Rasanya baru kemaren datang kok sudah pulang lagi. Hiks. Sedih dan berrrrat rasanya ninggalin semua... Miss you Guys...

Hari ini S31 kembali sepi. Kami juga pasukan 24 dan 21 berencana pulang hari ini. Sedang pasukan Ngagel sudah duluan kemaren. Karah juga sudah cabut dihari kedua Lebaran, dan meneruskan mudik ke Banyuwangi.

Photobucket
Dipangku Yangkung sebelum pulang.

Yang paling sulit adalah membujuk Tasya. Karena sejak baru tiba Minggu kemaren, dia sudah wanti wanti gak mau diajak pulang. " Adik gak mau pulang ke Rungkut ! "

Photobucket
Bye bye semuanya... sampe ketemu lagi yaaa !!!

Tepat jam 8 pagi, kendaraan kami check out dari parkiran S31, menyusuri jalanan kota Malang yang ramai padat tapi lancar. Sebaliknya, arus Surabaya - Malang muacet mulai Porong - Pandaan ( dah kyak reporter aja deh ). Arus liburan kayaknya. Sejam kemudian kami sudah meluncur di tol Waru - Gempol. Kami tidak berencana langsung pulang hari itu, karena perjalanan berlanjut ke arah Gresik. Bagi bagi waktu mudik, maka kami menginap semalam disana.

Photobucket

Cuaca panas bukan main...

Photobucket

You know
, pasukan S31 merencanakan sesuatu esok hari. Apa itu ? Tunggu saja liputannya....

Catatan Mudik #8 : The Last Day

Malang. 02 Oktober 2008

Ini hari terakhir di Malang. Besok dah pulang. Dah sedih aja. Rasanya baru kemaren datang, kok sekarang dah pulang.

Ngapain aja hari ini ? Gak ngapa ngapain. Cuma siangnya kami, papa, Irma, Cista, Ariani en diriku, jalan jalan ke MOG. Supaya bisa ikutan, en jadi abg lagi, Tasya aku tinggal dirumah. Tega bener ! Hehe, enggak kok. Emang anaknya yang gak mo ikut karena berat mo ninggalin mas Dio en mbak Dinda. Lagian waktu mo berangkat, dianya dah ngantuk en minta dikelonin sama mas Dio *co cuwiiit*. Huahahaha... mbok-e hepi bener deh. Soalnya cuma di Malang aku bisa jadi abg lagi *please dweh*. Yang pasti, kalo aku menggunakan kata kata 'kita' untuk mewakili aku, Cista en Ariani, mereka berdua mesti protes, " Kita ??? Please deh mbak, kita aja kali, lu enggak ! " huwakakaka.... maksudnya plis deh mbak, kita aja kali yang abg, lu emak emak ! Huaaa... *nangis bombay*

Disana kita jalan jalan ke Center Point. Cuma lihat lihat doang. Tapi aku sempet hunting properti dibagian pecah belah. Lumayan dapet piring yang lucu lucu. Papa sibuk nyari tas buat netbook-nya. Juga sibuk nyari tempat yang ada Wi-Fi nya. Dasar bosnet *julukan baru dari Pak Totot*. Ternyata area tersebut ada di food court lantai 3. Wah cocok dah ! Bisa sambil nyemil nyemil.

Sekitar 2 jam kita disana. Gak tahu deh apa lagi yang masuk keperutku. Yang kuingat cuma ada sekotak Q-Patats rasa Paradise, Rujak Cingur mbupung mbak Irma, en Chicken Katsu yang lama bukan main dibikininnya. Kesempatan itu aku manfaatin buat posting. Tapi sayang, gak bisa upload foto, jadi cuma bisa posting 1 postingan.

Jam 4 tepat kami tiba dirumah en Tasya ternyata belum bangun *tambah hepi emaknya*.


Malamnya acara berlanjut ke Klojen buat makan jagung bakar. Ah ke Malang rasanya belum lengkap kalo belum makan jagung sepuasnya. Suasana disana cukup ramai tapi tidak seramai malam takbiran kemaren. Setelah puas makan jagung en roti bakar, kita beralih ke tempat lain. Masih yang berhubungan dengan acara mengisi perut. Ya ampuuun.... gak ada kenyang kenyangnya...

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Suasana Klojen malam itu...

Innova hitam berhenti tepat didepan kedai bakso kota Cak Man. Satu satu penumpang dengan kapasitas lambung luar biasa turun dari dalamnya. Om kris, Erwin, Pakde Ni, Dek Dio, Ariani, Cista, Te Ucik, and me.

Mbak Irma pusing kena serangan kentut dari samping, depan, dan belakang. Ampuuun deeeh..

Setelah minta ampun kekenyangan, kita pun bergegas pulang. Tapi perjalan pulang sungguh sangat tidak nyaman. Karena mobil dijadikan ajang perang kentuut, eeeugh.... Siapa lagi pelakunya kalo bukan Pakde Ni en Sruwin. Te Uchik juga gak mo kalah. Wuih ruame bener malam itu, antara tawa dan suara kentut yang bersahut sahutan *ngguilani pokoke*. Belum lagi aromanya yang bikin penumpang lain muntah muntah. Dek Ari sampe rela mengeluarkan salah satu anggota badan, yaitu muka, keluar jendela. En pelakunya cuma senyum senyum...

Dek Ari, 'mengeluarkan anggota badan' menghirup udara segar. Sontak te Uchik ketawa sampe kaku.

" Den, kon muleh numpak becak ae Den ! Wis tak dukno nang kene ae !!! " Ancam te Ucik kesal.

catatan sebelumnya :
Lebaran Day Pt. 2
Lebaran Day Pt. 1
Hang Out Malam Takbiran

Catatan Mudik #7 : Lebaran Day Pt.2

Setelah kenyang incip incip di rumah Yang So di Bethek, kita meluncur ke Brintik - Batu. Sampai disana tepat jam makan siang. Yangti udah nyiapin aneka hidangan yang bikin perut laper. Ya ampuuun.... dasar S31 doyan banget makan. Gak pake lama semua antri ngambil piring dan antri untuk segera menyantap Rawon dengkul khas Brintik, dan beberapa hidangan 'berat' lainnya.

Photobucket
Rawon Dengkul khas Brintik, ada sambal goreng tempe, oseng kerang, trus ada gulai atau kikil aku lupa deh. Pokoknya berat berat deh menunya... krupuk ikan, sambel cowek, en apel malang.

Ngantuk adalah efek samping dari kekenyangan. Aku sendiri rasanya terbuai dengan sejuknya udara Batu, semilirnya angin dari pintu depan, dan nyamannya sofa kuno disamping jendela. Rasanya pengen mereeem ajah... Tapi gak bisa, karena terganggu oleh suara rengekan Tasya yang sedang jadi bulan bulanan Pak Totot mudik kali ini. Ditambah lagi Sruwin yang gak henti hentinya bikin Tasya nangis ketakutan dengan mata 'hantu'nya. Mboke en Pake Tasya pasrah ae... wong Tasya milik bersama, hwekekeke...

Kami kembali kemarkas sekitar pukul 2 siang. Tidur adalah satu satunya hal yang paling kurindukan saat itu. Aku, Dio dan Tasya yang duduk dikursi belakang Panther, sukses tertidur pulas selama perjalanan pulang. Sedang para tante tak henti hentinya bersenda gurau selama perjalanan. Cuma tante Uthik yang ikutan teler.

Sepanjang sore, keadaan rumah lumayan sepi karena semua penghuninya tidur. Aku malah kelip kelip sendirian karena udah ga bisa tidur lagi. Lewatin meja makan. Buka Tudung saji. Mplok mplok lagi.

Malamnya, tante Nanik datang membawa dua kresek tumpukan kotak putih bercap " Gang Djangkrik ". Dari dalamnya dikeluarkan Koloke, kakap asam manis, sup jamur, nasi goreng merah, nasi goreng putih, dan mi goreng. Tidak lupa pula acar timunnya. Orang orang dah kayak ikan yang dua hari gak dikasi makan, langsung main serbuuuu... Emang deh, S31 nomer satu kalo urusan mengunyah, menelan, en mencerna. Aku gak tahu deh, makanan apa aja yang sudah masuk keperutku selama di Malang ini. Pokoknya gila gilaan en gak pake aturan. Semua dimakan.

Photobucket
Serbuuu....

Oya, kedatangan tante Nanik membawa 'hidangan pesta' ini adalah sebagai syarat arisan, mengingat arisan yang lalu tante Nanik yang narik. Dan sesuai kesepakatan bersama, arisan kali ini diadakan diS31 malam ini. Oya si manten anyar, Anggie en Cak San juga datang sebagai bintang tamu. Doooh... liat tuh papanya dah main nyeruput ajah, memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Xixixixi...



Bapak sayang kangen anak...

Dan inilah puncak acara hari itu, nge-band. Awalnya Dio, Sruwin, cak San en Om Qibeh, para orang orang stress ini, ngumpul di studio belakang. Dek Dio gedubrakan nabuh drum, Sruwin ejreng ejreng gitar, Cak San klintung klintung keyboard, en mbah Be seksi penggembira. Awalnya yang kedengaran dari depan cuma nada nada fales. Ah, udah biasa denger yang gituan. Toh tiap hari bunyi bunyian yang keluar dari sana juga gitu. Trus, satu satu mulai tertarik untuk nengokin. Sampe disana gak cuma nengokin, karena pada gak tahan buat ikutan nyanyi.

Photobucket

The Players...

Photobucket

The Singers...

Gak peduli fales en cempreng, toh tidak mengurangi semangat untuk bergabung. Hitunglah, ada dek La, dek Ayu, Dek Ari, Cista en akyu yang ikutan nyanyi. Gak lama, situasi semakin hot ketika papa ikutan bergabung menggantikan Dio. Waaaah dah lama gak liat papa nge-drum... *emang nape ? tersepona ? huweeeek !!!*. Setelah itu gak berapa lama, om om en tante tante dah ikutan ngumpul jadi penonton. Hehe, gak bisa ke karaoke diluar, dibelakang rumah pun jadi. gak tahu deh apa kata tetangga. Mungkin cuma ngedumel, ih rumah sebelah berisik amat !

Sekitar pukul 9 malam, Setelah menyanyikan hampir 2 album lagu lagu terbaru, satu satu personil vokal mulai mrothol. Tenggorokanku juga rasanya dah mulai sakit. Cak San juga mungkin dah capek. Wong bertamu kok disiksa suruh ngiringin puluhan lagu en disuruh ngikutin suara suara yang gak jelas nada dasarnya.


Noleh ke Tasya, eh kasian bener mukanya dah sayu. Ngantuk nungguin mbok-nya yang kumat gilanya. Uuuuh, sayaaaang.... *teletubbies* Malam itu, aku tidur pulas sekali. Nggak peduli berapa kali papa ngentutin aku *sebel*, tapi aku hepi banget ( bukan hepi dikentutin ). Aku yakin semua juga hepi sama seperti aku. Besok apa lagi ya ?


catatan sebelumnya :
Lebaran Day Pt. 1
Hang Out Malam Takbiran
Buka Bersama
Lazy Time